Ketika Harapan Itu Tidaklah Sama

By Fauzul Faura - Februari 13, 2018

Setiap orang pasti memiliki harapan dan cita-citanya masing-masing. Ada yang ingin jadi dokter, arsitek, desainer, olah ragawan, pengusaha dan sebagainya.
Namun cita-cita tersebut belum tentu terwujud dalam realitanya. Banyak faktor yang bisa mempengerahuinya. Bisa dari faktor lingkungan keluarga yang kurang mendukung seperti keadaan ekonomi keluarga, pendidikan yang dicapai maupun faktor kesehatan dari orang tersebut.

Ketika Harapan Itu Tidaklah SamaDitambah lagi terkadang peluang yang ada tidak berpihak pada orang tersebut atau ia sendiri tidak mampu mengambil peluang itu.

Segala harapan yang di idamkan terkadang menjadi kandas ketika hal-hal tersebut tidak disikapi dengan pandangan positif. Apalagi ia menyikapinya dengan tindakan yang negatif seperti putus asa, kesal, suka menyalahkan keadaan atau orang lain, hal ini terkadang bisa membuat segala harapan atau cita-cita yang di idamkan bisa sirna.

Jika ditanya apakah saya sendiri pernah mengalami hal seperti itu. Saya jawab 'Ya'.
Tapi saya segera bangkit dari keterpurukan keadaan dan harapan yang jauh berbeda seperti yang diharapkan.

Saya lalu berpikir bahwa semua itu atas kehendak-Nya. Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita meski terkadang kita kurang menyukainya ( awalnya).

Tapi bukan berarti kita harus berhenti. Saya suka mencoba merenungi dan mengkaji atas apa yang telah saya lalui dalam kehidupan saya. Disaat senang terkadang saya lupa bersyukur, dan disaat kesusahan terkadang saya merasa ingin menyalahkan keadaan. Tapi itu dulu, ya dulu nya. 

Ikhtiar dan doa adalah dua hal yang harus dilakukan secara bebarengan apa pun kondisinya.



 Terus bangkit dan tetap melakukan usaha yang terbaik adalah kunci utamanya. Kita tidak pernah tahu bagaimana peluang kita dalam menggapai apa yang kita harapkan.

Kesulitan dan tantangan itu sudah tentu ada, hanya kita yang bisa menyelesaikan dan menghadapinya jika kita memiliki keyakinan bahwa kita kita mampu melakukannya.

Ikhtiar dan doa adalah dua hal yang harus dilakukan secara bebarengan apa pun kondisinya.


Bukan berarti saya tidak pernah mengalami kegagalan, saya pernah atau bisa dikatakan sering. Dengan berbenah diri dan mengkaji ulang apa yang telah kita lakukan terhadap apa yang telah direncanakan. 

So, ketika harapan itu tidaklah sama, tetap optimis adalah solusinya.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar