7 Nasehat Dari Warren Buffet Yang Menarik.

By Fauzul Faura - Desember 24, 2017

7 Nasehat Dari Warren Buffet Yang Menarik.

7 Nasehat Dari Warren Buffet Yang Menarik.
Siapa yang tidak kenal Warren Buffet, Dia adalah orang terkaya ketiga di dunia tahun 2015 versi Forbes. Tahun 2012, majalah Time memasukan Buffett sebagai salah satu orang paling berpengaruh di dunia ( Wikipedia ).

Sebagai orang kaya ternyata Warren Buffet, termasuk orang yang bersahaja. Hal ini bisa terlihat dari nasehat-nasehat yang pernah ia lontarkan yang mungkin bisa menjadi inspirasi serta pertimbangan bagi kita semua.

Apa saja nasehat-nasehat dari Warren Buffet ini ?

Ada 7 nasehat yang perlu kita renungkan bersama, antara lain :
1 
     1. Uang tidak menciptakan manusia, manusia lah yang menciptakan uang.

Untuk hidup kita butuh uang, namun bukan berarti uang bisa membeli segalanya. Uang diciptakan sebagai alat tukar sebagai perpindahan kepemilikan dari suatu barang atau benda. Menurut saya, pesan atau nasehat dipoin pertama yang disampaikan Warren Buffet ini bermakna dalam sekali.

Pada kalimat :
 Uang tidak menciptakan manusia, manusia lah yang menciptakan uang.

Bisa diartikan sebagai berikut :
Bukan uang yang bisa mengatur segala kehidupan manusia, tapi manusia nya sendiri lah yang mengatur bagaimana ia mempergunakan uang tersebut di segala kehidupannya. Manusia bekerja untuk menghasilkan sesuatu, sesuatu itu bisa berupa penghargaan, posisi jabatan, ataupun jumlah uang yang didapatkan. Dengan memiliki uang, manusia mampu mengendalikan atau memenuhi apa yang ia inginkan. Hanya tinggal bagaimana ia memposisikan uang tersebut dalam penggunaannya, apakah untuk sesuatu yang baik dan bermanfaat atau bisa merusak karakter dan prilaku seseorang saat dipergunakan untuk hal yang tidak baik”.

Sekali lagi, banyak orang yang mengatakan “uang bukanlah segalanya, namun segalanya butuh uang”. Hal ini juga perlu kita cermati dengan bijak. Bukan berarti segalanya yang kita lakukan membutuhkan atau berorientasi uang, ada hal-hal yang tidak bisa ukur dengan tolak ukur uang. Misalnya, Menolong orang yang dalam kesulitan tanpa pamrih, mengantarkan orang yang sakit ke rumah sakit ketika ia tidak mampu pergi sendiri. Dan masih banyak hal lain bersifat Willingness dan Human kind yang tidak harus di ukur dengan uang.

Itu menurut saya, menurut kamu bagaimana ?

2Hiduplah sederhana, sebagaimana dirimu sendiri


Saya sangat setuju untuk poin yang kedua ini. Makna nya sederhana, “ bersikap hemat dan bijak lah dengan apa yang kamu punya dan yang kamu inginkan”.

Di kehidupan yang penuh dengan kecanggihan teknologi saat ini, menimbulkan perubahan beragam prilaku dan gaya hidup. Sikap hedonisme, konsumerisme, dan prestise adalah sikap yang kerap muncul dikehidupan kita.

Saya akui, saya sendiri adalah tipikal orang yang cenderung konsumtif pada suatu produk, khususnya teknologi gadge, komputer , dan internet. Terkadang saya tidak berpikir panjang jika ada tawaran yang menarik bagi saya terkait dengan gadget terbaru ataupun teknologi komputer. Tapi saya bisa masih bisa ‘menyelamatkan’ diri saya sendiri saat akan mengeluarkan uang untuk itu. Saya menjadi berpikir ulang, apakah teknologi gadget ataupun
Komputer tersebut memiliki nilai produktif bagi saya. Misal, apakah dengan membeli sebuah smartphone canggih yang lagi kekinian akan memberikan atau menciptakan hasil bagi saya? Secara pendapatan misalnya.

Kesimpulannya untuk poin kedua ini, jadilah bijak dan hemat dalam membelanjakan dan mempergunakan harta yang kamu miliki. Hidup itu fluktuatif, So jangan bersikap boros ya. Pergunakan uang kamu sesuai keperluannya dan tahan keinginan kamu akan benda dengan baik dan bijak.

3. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang. Dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik.

Hmm.. kira-kira maksudnya apa ya?

Menurut saya sih sederhana, kita ngga harus melakukan apapun semua yang disarankan orang lain pada kita. Cukup jadi pendengar yang baik, pilih dan pilah apa yang menurut kita baik dan menjadi keputusan yang terbaik bagi diri kita sendiri.

Setuju ?

Karena setiap kita punya prinsip dan keputusan sendiri dalam menimbang dan memutuskan sesuatu. Dan terkadang kita juga siap dengan segala resiko dan konskwensi yang kita putuskan. Jadi, jangan bingung ya. Berpikir jernih lah, dengar pendapat orang lain, lalu putuskan dengan bijak dan bersiap dengan apa yang terjadi setelahnya.

4.    4. Jangan memakai merk, pakailah yang benar-benar nyaman untuk mu.

Nah ini yang banyak terjebak dengan kondisi ini, benar ngga ?

Kebanyakan kita tentu akan merasa to be proud jika bisa mengenakan atau memakai produk atau benda-benda yang branded ( bermerk) kelas dunia, apalagi kalau benda yang kita pakai itu adalah merk produk berkelas atau mewah. Saya sendiri juga pernah mengalaminya, itu dulu.

Bagaimana sekarang ?

Saya insyaf dari pola berpikir seperti itu. Ternyata merk yang berkelas atau famous itu ngga membuat kita selalu fashionable atau menimbulkan prestige pada diri kita. Apa yang pernah yang saya alami adalah, justru menimbulkan perasaan ingin selalu up to date dengan produk yang kita senangi branded nya, lambat laun akhirnya mengarah kepada pola konsumtif. Walaupun hal ini, tidak terjadi pada semua orang, tapi saya yakin kamu sendiri pernah mengalami hal seperti ini. Benar ngga ?

Apalagi zaman saat ini, terkadang kita bisa keliru membedakan mana yang produk original branded  dan Unoriginal branded karena banyaknya produk-produk yang ASPAL ( Asli tapi Palsu ) berseliweran di kehidupan kita, hanya cara mudah yang kita bisa ketahui adalah dari perbedaan harga dan tempat kita membelinya. Kondisi ini yang menyebabkan merk bukan lagi hal yang penting, tapi nyaman atau tidak menggunakannnya. Apalagi yang produk palsu tidak kalah menarik dari produk aslinya. Kebayang kan tidak nyamannya kalo kita pakai yang asli lalu merasa disaingi dengan orang yang menggunakan produk yang kelihatan asli tapi palsu.

5.    5. Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.

Untuk yang ini saya setuju dan tidak perlu saya jelaskan terlalu detil ya, saya yakin kamu sudah mengerti dengan kalimat diatas. Yang jadi masalah adalah apakah kita bisa melakukannya ? Saya sendiri terkadang suka lupa jika dihadapkan dengan kondisi seperti ini. So, tetap berhemat intinya.

6.    6. With money :
      You can buy a house, but not a home ( Kamu bisa membeli rumah, tetapi tidak kenyamanan di dalamnya )

            You can buy a bed, but not a sleep. ( Kamu bisa membeli tempat tidur, tetapi bukan tidurnya )

            You can get a position, but not respect. ( Kamu bisa mendapatkan jabatan, tapi bukan penghormatannya).

            You can buy a clock, but not time. ( Kamu bisa membeli jam, tapi bukan waktu nya )

            You can buy a book, but not a knowledge. ( Kamu bisa membeli sebuah buku, tetapi bukan pengetahuannya ).

            You can buy blood, but not life. ( Kamu bisa membeli darah, tetapi bukan kehidupannya ).

Kalimat singkat namun penuh makna. Kita perlu ingat semua ini.


7.    7. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.


Poin yang terakhir ini, adalah untuk mengingatkan kita bahwa jangan pelit berbagi ilmu dan pengalaman yang pernah kita miliki dan kita terapkan terkait poin-poin sebelumnya. Keberhasilan kita tidak akan ada tanpa ada pengaruh dan kehadiran dari orang lain.

Ada orang kaya karena ada yang miskin,
Ada yang disebut pintar karena ada yang tidak pintar
Disebut sukses karena ada yang merasa gagal

Dengan berbagi kita merasa lebih bahagia dan bisa bermanfaat bagi lainnya.

” Orang yang bahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dan mengucap syukur".


-       Warren Buffet

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar